Kenapa Bubur Bakar Teman Setia di Sepanjang Sepi



Warga Surabaya bagian Selatan, atau Subsel mungkin sebagian besar sudah akrab dengan Depot Bubur Bakar dengan Brand ‘Teman Setia’. Letaknya ada di kawasan Injoko (tidak saya sebutkan alamat detailnya, nanti dikira promosi). 

Yup, Bubur Bakar ini ini memang lumayan legend di tengah hiruk pikuk aktivitas daerah Jl A Yani Surabaya yang begitu padat. Baik padat kendaraan mapun padat penduduk, maklum kawasan ini juga dekat dengan perumahan kelas menengah dan perkantoran Pemerintah. 

Nah, menariknya Depot Bubur Bakar yang berdiri sejak 4 tahun lalu sudah memiliki (kalau nggak salah) 2 cabang. Dengan istilah TSS (Teman Setia Surabaya) dan TSP (Teman Setia Sepanjang). Keduanya berani buka 24 Jam Non Stop dengan slogan Solusi disaat Haus dan Lapar. Ditambah Konsep, deretan menu bahkan furnitur dibuat sama. Bahkan seragam karyawan juga sama.

Bedanya, TSS terdiri dari bangunan 2 lantai terletak di Ruko. Sedangkan TSP hanya satu lantai tapi lengkap dengan Musola dan VIP room AC non Smoking. Kalau di TSS lantai satu dan dua sama sama bisa merokok. 

Perbedaanya lagi, TSS Ramai sekali pengunjung dan pembeli yang kelaparan. Mereka mememuhi hampir semua tempat duduk dari pagi siang sore hingga dini hari. Sedangkan di TSP, Sepi.

Yup, TSP memang baru buka September 2025. Sudah mencuri perhatian para penikmat bubur yang biasanya nongkrong di TSS. Tapi meski konsep dan menunya sama, tak menjamin omzetnya sama. Di TSP, cenderung kurang didatangi pembeli. Padahal letaknya ada di Jalan Raya super Besar, yakni Jalur Waru, Kletek. Banyak dilewati kendaraan besar dan umum. Lokasinya juga tidak jauh dari pemukiman padat penduduk. 

Sepi Bubur Bakar TSP ini menurut saya disebabkan karena kurang promosi dan belum membangun brand image yang benar. TSP hanya sekedar buka, dengan harapan bisa menjadi alternatif konsumen TSS yang rumahnya di wilayah Sidoarjo pinggiran.  Penyebab kedua adalah pelayannya lebih sering ngobrol daripada stand by melayani konsumen dengan ramah. Faktanya, ketika konsumen baru datang tidak segera disuguhi buku menu. Tapi ya sudahlah, pelayanan sebuah rumah makan memang tergantung SDM nya. Meski sajian makanannya cepat dan taste tak seenak TSS, tapi kalau pelayan di TSP kurang agresif untuk tersenyum ke pembeli, itu berpengaruh pada jumlah konsumen yang datang. Memang konsumen itu cerewet dan sukanya menilai. Seperti Saya. :p 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

​Peluang Pasangan Ganjar - Khofifah di Pilpres 2024, Kemarin Pemilihnya Tembus 20 Juta

Cara Kerja http://www.online-home-jobs.com

HARGA BERAS MURAH SURABAYA GRATIS ONGKOS KIRIM - UPDATED PASCA PERATURAN HET